Denda Telat Bayar

Jebakan Denda Telat Bayar

Jebakan Denda Telat Bayar

Pola pembiayaan bank juga selalu mengenakan denda bila pihak pembeli (debitur) terlambat membayar cicilannya. Denda (tambahan pembayaran atas pokok hutang) ini dikenakan dengan dalih sebagai biaya ganti rugi bagi pemberi kredit atas kerugian waktu serta untuk mendisiplinkan pihak penerimanya dan tidak menganggap remeh dalam membayar cicilan.

Denda semacam itu termasuk riba yang biasa diamalkan kaum jahiliyah. Imam ath-Thabari ketika menafsirkan QS al-Baqarah ayat 275 ”…. yang demikian itu karena mereka mengatakan sesungguhnya jual beli itu tidak lain sama dengan riba” berkesimpulan bahwa: “Bahwa riba jahiliyyah adalah seseorang membeli sesuatu sampai tempo tertentu yang disepakati, dan jika telah jatuh tempo dan ia belum memiliki uang untuk membayarnya, maka ia menambah (pembayarannya) dan mengakhirkan dari jatuh temponya.”

Adapun dosa transaksi dengan klausul pembayaran denda bila terlambat membayar cicilan, sama dengan dosa riba bunga (bank). Ini karena keduanya menambahkan jumlah tertentu atas pokok pinjaman. Sehingga keduanya termasuk dosa besar dan siksanya amat dahsyat. Oleh karena itu, hendaknya kita bersegera untuk bertakwa kepada Allah Swt dan menghindari akad-akad transaksi jual beli yang tidak sesuai dengan aturan-Nya, termasuk yang mengenakan klausul denda (bila telat bayar cicilan).

Source DPI

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>